“Ngejalang Kubor”

Dok.Pribadi Elly Dharmawanti
Spread the love
893 Views

Di pekon bumi lebu
Ngejalang kubor Ngejemohkon puasa
Sebagai  anggingokan ni badan jama kematian
Ngirim du’a jama sai kuasa pakai ni tian sai mulang mena
Dihamparan pahhar rik sulan
Du’a- du’a dipanjatkon
Kuboran dikecahkon
Reramikan jama minak muwari
Nyambut bulan suci
Ngilu segala ampunan rik keberkahan *

Tabik pun

Waaahhh…gak kerasa dua hari lagi bulan suci ramadhan segera tiba ya gesss…meski dalam masa sulit dan wabah Covid 19 masih belum berlalu, tetap semangat ya dalam menjalankan ibadah puasanya, semoga kita semua selalu sehat serta dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa…amin yra..

Mumpung moment nya pas, kali ini saya akan berbagi info tentang salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh hampir semua kalangan umat muslim menjelang bulan ramadhan tiba ya geeesss….yuuuppp kali ini saya akan membahas tentang ziarah kubur atau dalam masyarakat Pesisir Barat Krui lebih dikenal dengan istilah “NGEJALANG KUBOR”

Dok Pribadi Elly Dharmawanti

**
Ngejalang kubor biasanya dilakukan secara beramai-ramai di tiap pekonnya, dengan waktu yang telah ditetapkan , biasanya mulai dilaksanakan seminggu menjelang ramadhan sampai sehari sebelum ramadhan tiba.

Ngejalang kubor merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Pesisir Barat Krui, memanjatkan do’a do’a kepada keluarga, sanak famili, handai taulan yang sudah duluan menghadap sang khalik, dipimpin oleh pemuka agama setempat dan diikuti oleh masyarakat yang sudah berkumpul di suatu tempat di lingkungan sekitar komplek pemakaman , tentunya acara ini dilaksanakan setelah masing masing keluarga melakukan ziarah tersendiri di makam keluarganya masing-masing.

Setelah acara ngejalang kubor selesai, para warga bersama-sama menyantap hidangan berupa aneka kue dan minuman yang sudah disediakan oleh masyarakat yang ikut, yang biasanya dihidangkan dalam “pahhar” (semacam nampan dari almunium atau kuningan dengan kaki penyangga yang cukup tinggi, dengan tutup kain aneka motif hiasan)

Setelah hidangan disantap, sisanya bisa di bungkus dan di bawa pulang sebagai berkat, atau dalam istilah masyarakat biasa disebut“tedda”

Dok Pribadi Elly Dharmawanti

Oia geessss….di sini jangan harap kalian akan menyaksikan aneka kembang bertaburan di atas makam keluarga yaaa…karena yang menjadi salah satu ciri khas masyarakat di Negeri Para Sai Bathin Dan Ulama ini ketika ngejalang kubor bukan menabur kembang seperti daerah-daerah lain, tapi menyiram makam dengan air yang biasanya sudah dicampur dengan mennyan dan cendana yang sudah disiapkan dari rumah.

Akan tetapi, untuk Ramadhan kali ini tradisi ngejang kubor ditiadakan , karena ada himbauan dari pemerintah daerah dan pihak berwenang terkait pemutusan mata rantai COVID-19, segala bentuk keramaian tidak diperbolehkan…..soooo sabar yaaa gessss.. demi kesehatan dan keselamatan kita semua, mari kita sama-sama berdoa semoga pandemi ini segera sirna.

Salam sayang dari mami
Tabik

*Di desa kelahiran
Ziarah kubur dilaksanakan satu hari menjelang Bulan Ramadhan tiba, sebagai ingatan diri terhadap kematian, mengirim doa kepada yang Maha Kuasa untuk keluarga yang telah berpulang, Dihamparan Pahhar (tempat penyajian makanan khas dari almunium/nampan, dengan penyangga yang cukup tinggi) dan tikar, Do’a- do’a dipanjatkan, Makam dibersihkan Bersama keluarga dan handai taulan, Menyambut bulan suci, Memohon segala ampunan dan keberkahan

Print Friendly, PDF & Email

Related posts