‘PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG PESISIR KRUI” PART 13 # BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN

Foto Dari Facebook
Spread the love
732 Views

Tabik Pun

Apa kabar semuanya…
Masih tetap #dirumahaja kan yaaa….jika terpaksa beraktifitas diluar rumah jangan lupa kenakan masker dan jaga jarak aman serta hindari kerumunan, demi kesehatan dan keamanan kita semua.

Masih dalam proses tahapan pada pernikahan adat Lampung Pesisir Krui ya geeeessss… kali ini kita akan membahasa langkah lanjutan setelah “acara inti / hari H“ pada #part sebelumnya..yuuupp kita sekarang sudah mendekati akhir dari tahapan dalam pernikahan adat Lampung Pesisir krui…kali ini kita akan membahas tentang “BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN”

Foto FB

“BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN” sendiri. Merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dalam sebuah prosesi pernikahan di masyarakat Krui Pesisir Barat.
“BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN” dilaksanakan sehari setelah acara resepsi dan “nyambut kebayan” dilangsungkan (H+1).


“BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN” sendiri terdiri dari dua kalimat yakni
“BU A SA SSA RAN ” yang berarti : beberes membersihkan sesuatu, berupa tikar, kain serta peralatan masak yang telah di gunakan pada acara pernikahan oleh kaum ibu-ibu yang turut membantu sahibul hajat, biasanya dilakukan secara berramai-ramai di sungai terdekat dari rumah (bisa juga di sungai kampung sebelah).


Sedangkan “ BU A LU LOHAN” sendiri merupakan suatu kegitan/pekerjaan berupa pengembalian barang-barang peralatan rumah tangga yang telah dipinjam kepada suatu perkumpulan/kelompok dan digunakan pada acara pernikahan. biasanya dilakukan oleh para kaum ibu-ibu (untuk pengembalian barang-barang yang bersifat ringan, seperti aneka jenis peralatan memasak ) serta meranai /bujang(untuk pengembalian barang-barang yang bersifat berat, seperti kayu, papan, meja kursi dll) yang turur serta membatu sebuah acara pernikahan setelah acara “BU A SA SSA RAN ” selesai.

Oia gesss…pada zaman dahulu untuk mengangkut peralatan pada “BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN” ini menggunakan kendaraan berupa gerobak sapi lho, karena belum ada transportasi lain, bahkan tidak jarang diangkut dengan berjalan kaki menuju sungai terdekat.

Pada pelaksanaannya, sebelum memulai kegiatan“BU A SA SSA RAN – BU A LU LOHAN” para ibu-ibu dan meranai/ bujang yang ikut membantu terlebih dahulu di suguhi makanan serta minuman oleh sahibul hajat ya, begitu juga sekembalianya mereka dari BU A SA SSA RAN dan BU A LU LOHAN.

Hayoooo…gimana..kebayang serunya kaan. Yang masih penasaran, tahan dulu yaaa jangan kemana-mana, tetap #dirumahaja, sampai pandemi covid 19 nya sirna.

Salam sayang dari mami
tabik

Print Friendly, PDF & Email

Related posts