“MAMAK LAWOK”

Spread the love
996 Views

SANG MAESTRO “HAHIWANG” LAMPUNG

           

Nabik pai jama indai……………..Daleh puari sunyin ni

Kintu ya mak mulesai……………Delom Karangan sinji

Maklum nyak kurang pandai….Ngarang cawa bu retti

Pak ngayuh dang tetepai………Yu ngupok dang ku dengi

Tantu do mak mugegai………..Ti hadap di sai ngeretti

Pu biti rik punawai………………Cerita sai kusani

Ajo pai ku pubalai……………….Lalugah selama ji

Anak bebai hana sai…………….Tihidu kanjak upi

Tisat n getok kon guwai……….Walau repa perlu ni

Taban kik mak ti babai…………Nurut repa haga ni

Asal angon ni munyai…………..Kuk miwang mak ti keni

Musah mawat ti rasai………….Bubabang mutus bingi

Hati pusing rik resai…………….Rila laher batin ni

Ti papah ti perepai……………..Sampai cakak ngamuli

kutipan hahiwang di atas berjudul “anak mittudau” karya : Mursi.M/Mamak Lawok.

Yang menceritakan tentang kisah dan ratapan orang tua terhadap anak perempuan satu satunya yang di besarkan dengan penuh kasih dan di cukupi segala kebutuhan hidupnya hingga dewasa.

           

Mamak lawok Dan isteri (Dok Pribadi)

Asalamuaalikum warohmatullahhiwabarokatuh…..selamat pagi …salam sejahtra bagi kita semua…tabik pun…..

Apakabar semuanya ? semoga selalu dalam kondisi sehat dan di berkahi semesta….dan selamat menjalankan ibadah puasa  bagi yang sedang menjalankannya, semoga dilancarkan segala usaha. Dan jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan Covid 19 ya gesss…selalu kenakan masker di manapun berada, demi kesehatan dan keselamatn kita semua.

          

Kali ini saya akan mengenalkan kepada kita semua, sosok seniman tradisi  “ hahiwang” yang melegenda, yang di miliki oleh Lampung. Peraih “Anugrah Kebudayaan Indonesia” tahun 2020 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia…..ini dia Datuk MURSI MARSUDIN atau lebih di kenal dengan nama panggung “MAMAK LAWOK”

MAMAK LAWOK, adalah seniman tradisi hahiwang dan muayak, juga seorang ahli “butetah” yakni tata titi pemberian gelar adat sai bathin marga. Di lahirkan di Pekon Way Napal Krui 5 Maret 1952 dari pasangan Marsudin dan Murkiyah. Saat ini MAMAK LAWOK  dan istri menghabiskan masa tuanya di Pekon Sumur Jaya Pemangku Hanura Kecamatn Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat.

Pemakain nama panggung “MAMAK LAWOK” sendiri, menurut penuturan beliau, ketika saya dan teman teman berkesempatan beberapa kali mengunjungi kediaman beliau  adalah , karena belaiu sendiri tinggal, menetap dan besar di wilayah pesisir dan pada zaman mudanya suka nongkrong berkumpul dengan teman sebaya di pinngir laut yang tak jauh dari rumah, kemudian banyak inspirasi karya karya beliau muncul saat itu.

           

Hahiwang dan muayak, merupakan seni tradisi lisan Dari Lampung yang nyaris punah, selain karena tergerus oleh moderisasi zaman, juga karena yang menguasai seni ini sendiri bisa di hitung dengan jari, ditambah rendahnya minat generasi muda untuk  belajar dan melestarikannya.

Hahiwang, sejatinya merupakan lantunan syair yang di bawakan dengan penuh perasaan dan ratapan kesedihan, di bacakan dengan penuh penghayatan dan intonasi yang mendayu dayu,naik turun, panjang pendek, kadang melengking tinggi, menghayutkan dalam aroma kepedihan jiwa. Yang mana pada zaman dulu hahiwang ini sendiri di tujukan sebagai pengekpresian terhadap suasana hati yang sedang sedih gulana, sebagi upaya untuk menghibur diri.

Soooo…gessss… penasaran seperti apa seni tradisi hahiwang tersebut…kalian juga bisa lihat langsung full vidio liputannya di chenel YouTube nya : JELAJAH KROE…..atau berminat mengunjungi beliau di kediamannya langsung…tenang aja mimin siaapp mengantarkan ke tempatnya.

Salam sayang dari mami

Tabik

Print Friendly, PDF & Email

Related posts