Pulau Betuah/Batu Kecil/Klein Fortuin

Spread the love
736 Views

..::

Pulau Batu Kecil atau oleh masyrakat lokal lebih dikenal dengan nama “PULAU BETUAH” berdasarkan Peraturan Presiden no 78 tahun 2005 ditetapkan sebagai salah satu pulau kecil terluar di wilayah perairan Indonesia.

Pulau BETUAH dalam lembar peta kuno Kaarf Van De Residentie Lampongsche, door W.F Versteeg tahun 1860 telah teridentifikasi dengab penamaan ” PULAU BATOEKETJIL OF KLEIN FORTUIN EILAND”

Selanjutnya dari lembar peta tempo dulu lainnya yakni peta Residentie Lampongsche Disticten Bewerkt Door Get Encyclopaedusch Bureu terbit tahun 1920, informasi pulau Batu Kecil dengan nama “KLEIN FORTUIN” yang dalam terjemahan Bahasa Indonesia berarti “Batu Kecil” sudah digunakan lebih dari 150 tahunan.

Sedangkan nama “Pulau BETUAH” adalah nama yang di berikan oleh masyarakat setempat yang memiliki riwayat dan arti tersendiri yakni masyarakat marga “Belimbing” yang diperkirakan berlangsung pada abad 15 M dan masih bertahan hingga saat ini.

Dalam perspektif hukum negara ,pulau Batu Kecil atau Pulau BETUAH masuk dalam daftar 92 pulau kecil terluar sebagaimana tercantum dalam PP no 78 tahun 2005 dan PP no 62 tahun 2010 sebagai kawasan strategis nasional tertentu.

Sedangkan dalam perspektif hukum masyarakat adat,pulau batu kecil atau pulau BETUAH berstatus sebagai hak milik masyarakat adat marga Belimbing, yang mana saat ini Sai Bathin Marga Belimbing di pimpin oleh Pun A Zulqoini syarief SH gelar “Suntan Panji Negara” putra dari Muhammad Syarief gelar Suntan Kemala Ratu.

Menurut penuturan para tetua dari marga Belimbing yang pertama kali melihat sebuah wujud di tengah laut tersebut, kemudian mengutus orang untuk melihat dan memastika secara lebih dekat wujud yang terlihat tersebut yang ternyata adalah daratan atau sebuah pulau. Selanjutnya Puyang Rakitan Sakti, moyang Sai Bathin Marga Belimbing berlayar menuju pulau tersebut dengan menggunakan sehelai kain putih.

Dari perjalanan Puyang Rakian Sakti inilah diperoleh cerita bahwa di pulau tersebut hanya terdapat 2 pasang monyet, 2 pasang biawak dan 2 batang pohon kelapa serta sebuah mata air. Puyang Rakian Sakti kemudian memberi nama pulau tersebut dengan nama “Pulau BETUAH” yang memiliki arti pulau yang membawa berkah atau membawa kebaikan.

Hingga saat ini pulau BETUAH berada dalam pengelolaan dan pengawasan Sai Bathin Marga Belimbim dan dimanfaatkan sebagai tempat budidaya perkebunan kelapa, juga sebagai area persinggahan para nelayan ketika melaut.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts