“Penghitungan masyarakat Kroe tempoe Doeloe”

Spread the love
628 Views

Cara  penghitungan   : Sistem  Bilangan , ukuran permukaan, ukuran panjang, ukuran  jarak dan bobot benda  dalam   mayarakat   Kroe Tempoe Doeloe, berdasarkan  jurnal O.L Helfrich  Tahun 1886 “Bijdrage Tot De Geograpische Geologische En Ethnograpische Kennis der Afdeeling Kroe”

  • Sistem bilangan Lampong adalah desimal.
  • mereka menggunakan dirinya sendiri untuk menghitung jari dengan kedua tangannya, juga  menghitung dengan menggunakan  banyaknya butir djagoeng, beras dan padi.
  • Kapital atau bilangan bulat dari satu sampai sepuluh:

sei, ruwa, telu, pat, lima, nom, pitu, wolu, siwa, sapuluh.

  • angka dari sebelas sampai sembilan belas dinyatakan dengan kata belas
  • Angka dari dua puluh sampai dua puluh sembilan dengan kata likor atau ruwa pouluh.
  • Angka dari tiga puluh menjadi dua. dengan tiga puluh sembilan dengan kata teloe poluh, dll.
  • 60  adalah sawi.
  • 100 adalah ratoes.
  • 120 adalah sewidak.
  •  150 adalah setak.
  • 1000 adalah sariboe.
  •  10,000 adalah salaksa.
  • 100,000 adakah samillijoen.
  • 1,000,000 adalah poeloeh millijoen
  •  sabulu kotjing : yang tak terhitung banyaknya/yang tak terhitung jumlahnya
  • Angka-angka tersebut ditunjukkan dengan tanda o; Namun, dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak menggunakan angka Arab.

Mata  uang  saat ini adalah mata uang Belanda, koin yang berbeda diberi nama-nama  berikut:

  • ringgit (rijksdaalder)
  •  rupiah (guilder)
  •  suku (setengah gulden)
  • tali (seperempat gulden)
  • bitingan (sen)

                             

Orang orang Lampong juga memberi nama kelipatan duit yang masih beredar :

  •  jumlah 10 farthing disebut pipi
  • dan jumlah 15 farthing disebut sebiting.
  • Untuk koin spanyol, mereka menyebutnya  Rijal (Riyal) , setara dengan nilai f 2 (2 gulden),  orang orang Lampong percaya itu berasal wang banton (koin spanyol/riyal). karena mereka percaya bahwa wang tersebut  berasal dari Banton (Bantam), maka  koin-koin  ini  dirangkai  sebagai perhiasan.

Ukuran permukaan :

  • Ukuran permukaan yang digunakan sebagai satuan adalah “belah” dengan panjang  40 kepas (vaam) dan lebar 40 kepas.
  • Belah ballak dengan panjang 60 kepas dan lebar 60 kepas
  • kepas renik dari 15 kepas panjang dan 15 kepas lebar.
  • Untuk ukuran sawah, juga pakai satuan “belah” : sikok renik : 1/16, sikok tengah : 1/8 belah dan sikok ballak : ¼ belah.

Ukuran panjang :

  • Ukuran panjang diambil dari bagian tubuh yang berbeda yakni ”Kepas” adalah jarak antara ujung jari tengah tangan kanan dan kiri, setelah merentangkan tangan ke samping;  memperoleh ukuran satu kepas.
  • jarak buku jari jari manis setelah mengepalkan tangan dan merentangkan lengan ke samping disebut  kepas landei, dan jika ditambah dengan panjang parang (landei) dan  rekan (rentang) disebut Depa
  • Hasta ketjik :  jarak dari siku ke ujung jari kelingking.
  • Hasta anak majoh :  jarak dari siku ke ujung jari manis.
  • Hasta raranijan  atau  hasta biasa : jarak dari siku ke ujung jari  tengah.
  • Hasta bekom :  jarak dari siku ke buku jari jari manis setelah yang mengepalkan tangan.
  • Sanga penjilokan :  jarak dari salah satu tulang belikat ke ujung jari tengah.
  • Kemuroeng tuboo :  jarak  dari tulang belikat skapula kanan atau kiri sampai ujung  jari  telunjuk  tangan  kiri atau kanan.
  • Miku :  jarak dari siku kiri ke ujung  jari  tengah  tangan  kanan.
  • Belah dada : jarak  dari  tengah  dada  ke  ujung  salah  satu  jari  tengah.

Ukuran jarak :

  • Ukuran jarak adalah jumlah langkah yang diperlukan untuk menempuhnya.

Bobot benda :

Bobot semua benda dan komoditi dinyatakan dalam sebutan  katis/kati :

  •  Kulak  sebanyak  4  katis  (kulak parawatin)
  •  Kulak  sebanyak 5 katis  (kulak gedeong)
  •  dan pikol sebanyak 100 katis.
  • Untuk  menimbang  benda  emas digunakan timbangan (timbangan) dan timbangan   yang  sama seperti di  tempat  lain, jadi : kati, thail (1/16 kati),  rijal (1/32 kati),  suku (1 /4 rijal),  pipi /uwang (1/8 suku).
  • Kojan  dikenal sebagai ukuran volume, ini hanya berlaku untuk penduduk pasar dan para pedagang.
  • Ukuran kapasitas terkecil untuk padi disebut   sengol (sengngolan/ikok: ikatan):

3 sengol/ikok setara dengan 4 punguk (?)

5 katis  (  katis / pepayak) setara dengan 10 punguk

5 ketek (?)  serata dengan satu toembang (?)

8 toembang setara dengan satu ekor sapi tetung/putuk (sebutan untuk hewan yang mengalami cacat fisik : ekor, kuping, kaki nya putus)

  • Untuk ukuran takaran nasi disebut   anakueteleek, yakni sejumlah nasi yang ditakar dalam tempurung kelapa (tjoepak/undom) :
Print Friendly, PDF & Email

Related posts