“Nyucun Pahakh”

Spread the love
526 Views

“Nyuncun pahakh” merupakan salah satu tradisi yang ada dalam masyarakat adat Sai Bathin di Kabupaten Pesisir Barat Lampung, berupa kebiasaan dan perilaku masyarakat dalam berinteraksi dengan alam dan semesta, yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini.

“Nyuncun pahakh” secara terminologi terdiri dari dua kata dalam Bahasa Lampung, yakni : “Nyuncun” yang berarti meletakkan sesuatu diatas kepala dan “pahakh” merupakan sebutan untuk benda berbentuk lebar dan pipih yang mirip dengan nampan, terbuat dari logam seperti besi, tembaga, almunium maupun kuningan dengan tatakan kaki berbentuk bundar, dengan diameter yang cukup lebar sebagai penyangganya, sehingga memudahkan untuk diletakkan diatas kepala.

Tradisi “nyuncun Pahakh” selain mencerminkan penghormatan dan sebagai bentuk kebersamaan dalam menjalin silaturrahmi, juga secara tidak langsung juga menggambarkan penghargaan yang tinggi terhadap makanan, selain kebesihan makanan senantiasa terjaga dengan adanya kaki pada nampan, makanan tersebut juga tutup dengan tuala yakni penutup pahar yang terbuat dari kain tapis dengan warna warna terang serta bentuk dan motif yang khas.“pahakh” sendiri biasanya berisi makanan lengkap berupa nasi, lauk pauk, ragam kue tradisional, buah-buahan, air minum serta peralatan makan, yang di junjung di atas kepala para perempuan (yang dalam bahasa Lampung disebut bebai), yang kemudian diletakkan dan disusun rapi di tengah-tengah acara untuk di santap beramai-ramai dengan posisi saling berhadapan.

“Nyuncun Pahakh” biasanya dilakukan bersamaan dengan  acara  adat seperti ; Ngejalang  kubor (ziarah kubur), ngejalang balak, ngejalang masjid, nayuh dan lain sebagainya. Tradisi “Nyuncun Pahakh” sendiri sudah tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2017 dan sudah terdaftar pada 2018 sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia, serta pernah memecahkan  Museum Rekor Indonesia  atau Rekor MURI  pada 2016 lalu. Pemecahan Rekor MURI tersebut terjadi pada Festival Teluk Stabas ke III dengan tajuk ‘Parade Budaya 1001 Bebai Nyucun Pahar’.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts